• 14

    Sep

    Pelajaran dari Ahok untuk PNS

    Pelajaran hidup kali ini saya dapatkan dari salah seorang dosen saya, kemarin sore dalam intermezzo di tengah tengah perkuliahan. Dosen saya ini, beliau adalah karyawan pemerintah daerah DKI Jakarta, PNS senior level eselon 3. Telah mengalami sekian kali pindah posisi, dan telah merasakan bekerja di bermacam macam bagian, baik yang ‘basah’ maupun yang ‘kering’. Sebenarnya banyak pelajaran yang bisa diambil dari obrolan beliau di kelas, tapi karena kondisi yang sudah capek ngantuk dan bosan karena kuliah sejak pagi (alasan), maka hanya satu pelajaran yang berhasil saya ingat. Beliau menceritakan ada masa ketika cari duit itu gampang kalau kerja di pemda, silahkan ditafsirkan sendiri sesuai keinginan, yang jelas saya tidak berhak judging. Selain cari duit gampang, ku
  • 10

    Jun

    As you sow, so shall you reap

    “As you sow, so shall you reap” Petikan aphorisma diatas ingin saya tambahi menjadi “as you sow, so shall you (or your offsprings) reap”. Karena apa yang kita tanam, belum tentu kita yang menikmati panennya. Bisa jadi panennya akan dinikmati oleh keturunan kita nanti. Itu juga yang dipelajari oleh orang jawa seperti saya. Menabunglah dharma baik sebanyak banyaknya, agar kita mendapatkan kemudahan dalam hidup. Seandainya pun kemudahan itu belum kita terima, maka kita persiapkan tabungan dharma itu untuk anak cucu kita nanti. Itulah kenapa orang orang tua jawa suka tirakat, mereka “pre order” kenyamanan untuk anak anaknya, dibayar dnegan ketidaknyamanan yang mereka rasakan dengan laku tirakat. Pelajaran ini di-refresh-kan kembali di otak saya ketika Tuhan
  • 10

    Mar

    Hashtag dan cemoohan massal

    Beberapa hari lalu hashtag #savehajilulung menjadi trending topic twitter yang mendunia setelah beberapa hashtag lain dari Indonesia sempat menjadi trending topic. Ini adalah salah satu bukti bahwa netizen Indonesia itu cukup signifikan pengaruhnya di dunia maya. Berawal dari statement Haji Lulung …”Ini wartawan enggak ada yang belain gue, gimana nih,” keluhnya di Gedung A Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Kamis (5/3) pagi…(sumber : http://www.gatra.com/nusantara-1/jabodetabek-1/136956-ahok-lawan-dprd,-haji-lulung-mengeluh-tidak-pernah-dibela-wartawan.html). Netizen yang melek informasi pun langsung merespon dengan hashtag #savehajilulung yang isinya cemoohan satir tentang kehebatan Haji Lulung. Coba baca saja sebagian diantaranya, niscaya akan membuat ter
  • 21

    Jan

    menyetankan pemimpin

    Pemimpin tangan besi mematikan nyali. Pemimpin yang dinabikan mematikan nalar (sudjiwo tedjo) Aphorisma diatas sering dijadikan kata kata suci oleh barisan current-president-haters sedunia (karena saya yakin hatersnya Jokowi gak cuma di Indonesia :D ). Ada benarnya sih, pemimpin tangan besi akan mengayunkan pedang pada sayap setiap icarus kalau istilahnya ucok sarkasz homicide. Kebanyakan dari kita tidak akan berani untuk menyuarakan ketidak setujuan kepada pemerintah. Sedikit yang berani pun akan berhadapan dengan berbagai kemungkinan pembungkaman mulai dari sekedar penjara sampai ke konspirasi yang sampai kapanpun akan tetap jadi urban legend. Untuk pemimpin kategori ini sepertinya sudah tidak lagi ada di Indonesia. Gaya kepemimpinan represif sudah terkubur bersama tumbangnya orde
  • 18

    Dec

    infotainment dan media massa kita

    Media Massa (Mass Media) singkatan dari Media Komunikasi Massa (Mass Communication Media), yaitu sarana, channel, atau media untuk berkomunikasi kepada publik. Berarti media massa gunanya adalah untuk berkomunikasi kepada publik. Untuk itu, pesan yang disampaikan kepada publik haruslah pesan yang sesuai dengan kebutuhan publik target audience nya. Kemudian kita amati media massa (lokal) kita khususnya media televisi. Setelah beberapa waktu lalu TV lokal kita gegap gempita menayangkan prosesi pernikahan selebritis (live dan siaran tunda) lengkap dengan in depth news tentang pelaku pernikahan itu, beberapa hari yang lalu TV lokal kembali gegap gempita menayangkan prosesi persalinan selebritis lain (live dan siaran tunda juga). Tentu saja juga lengkap dengan ulasan ulasan tambahannya. Kedua
  • 22

    Oct

    Barisan nyinyir Indonesia

    Pemilu dengan segala gegap gempita black campaign, negative campaign, serta positive campaign telah usai. Presiden baru telah dilantik. Pak Jokowi telah resmi menjadi presiden Indonesia. Pak Prabowo sebagai saingan dalam pemilu kemarin telah menunjukkan sikap ksatria beliau dengan menghadiri pelantikan Pak jokowi sebagai presiden. Sikap ksatria pak Prabowo sebenarnya mulai terlihat media ketika beliau menerima kedatangan pak Jokowi pada acara ulang tahun beliau. (perlu diakui juga, kalau menurut saya sebagai mahasiswa jurusan PR, ini artinya pak Prabowo mengikuti jejak pak Jokowi untuk lebih mendengarkan konsultan PR nya sehingga tampak lebih media friendly) Sayang peristiwa ini tidak banyak terekspos media karena terlalu sibuk memblow up acara kawinan sepasang selebritis yang saya lupa
  • 10

    Jul

    Hashtag sang attention seeker

    Hashtag dan trending topic, dua hal yang sependek pengetahuan saya dilahirkan oleh twitter. Saya duga dua hal ini maksudnya untuk menandai topik apa yang sedang hangat dibicarakan oleh hadirin dan hadirat dunia maya khususnya twitter. Kalau kegunaan aslinya bukan untuk itu, terus terang saya belum tahu. Kemudian semakin kesini fungsi hashtag mulai bergeser, sekarang hashtag juga berfungsi sebagai pernyataan sikap mendukung atau menolak suatu klausul (seolah olah tweet tanpa hashtag adalah bukan pernyataan sikap), sebut saja #KONY2012, atau #BringBackOurGirls, atau #7okowiPresident, atau #nomor1menang. Yang terakhir ngetrend adalah #prayForGaza. Sungguh saya bukannya tidak simpati dengan korban perang. Saya hanya tidak simpati dengan yang menggunakan hashtag sebagai attention seeking, men
  • 6

    Jun

    pemilihan persiden

    yang lebih penting dari politik kawan adalah kemanusiaan guru bangsa mengajarkan kita saudara dalam kebhinekaan setelah pilihan dan kemenangan kami akan mundur menarik dukungan membentuk barisan parlemen jalanan mengawasi amanah kekuasaan menang tak jumawah, kalah lapang dada siapapun dia, presiden Indonesia menang tak jumawah, kalah lapang dada salam damai, untuk Indonesia… petikan lirik dari lagu bersatu padu coblos nomor dua karya KillTheDJ dan Balance Jahanam diatas sungguh indah menurut saya. Tidak ada hubungan dengan judul lagunya, resapi saja petikan lirik yang saya paste diatas tersebut. Ajakan untuk berkampanye dengan lebih manusiawi, tanpa saling menjelekkan capres lawan, karena toh kita semua ini sama, sama sama warga Indonesia. Dan siapapun capres yang terpilih nanti,
  • 11

    Apr

    tentang pemilu caleg

    pemilu kemarin menang siapa ya pak? tanya pak sopir angkot pagi ini, saya keduluan membuka obrolan, hehe. Saya pun jawab semengerti saya, kayaknya sih PDIP. Tapi karena konon belum sampai 20%, jadi harus koalisi buat mencalonkan presiden. yah, yang penting saya mah udah milih. Semoga caleg yang saya coblos gak ngaco kaya yang di tipi tipi deh. Saya tergelitik, lalu bertanya lagi, apakah beliau kenal dengan caleg yang dicoblos? Beliau menjawab cuma kenal caleg yang dicoblos di surat suara DPRD kabupaten, karena kebetulan tetangganya dan sudah renovasi mushola kampung. Caleg yang lain beliau benar benar tidak kenal, tapi dicoblos juga caleg yang separtai dengan caleg DPRD yang beliau pilih. Beliau mengutarakan harapan sederhana, yang penting harga harga jangan naik lagi. sudah. Karena beli
  • 28

    Mar

    ngelmu kyai petruk dan prinsip hidup orang jawa

    Senenge saklentheng susahe sarendheng Susah jebule seneng Seneng jebule susah Sugih durung karuan seneng Ora duwe durung karuan susah Susah seneng ora bisa disawang Bisane mung dirasakake dhewe. Diatas adalah petikan syair ngelmu kyai petruk yang disadur dari buku Air Kata-Kata, karangan Sindhunata, Galang Press, 2003, Yogyakarta. Bagi yang tidak paham bahasa jawa, terjemahan bebas dari petika syair diatas adalah : senang dan susah itu relatif. Kaya belum tentu senang, miskin belum tentu susah. Susah senang itu tidak bisa dilihat dengan mata, hanya bisa dirasakan sendiri. Memang sih, kalau menurut paham kontemporer, bersedih sambil naik ferrari lebih asik daripada sedih sambil jalan kaki. Tapi kalau dikonfrontir dengan kepercayaan saya, senang sambil naik ferrari tentu jauh lebih asik d
- Next

Author

Follow Me