tulisan, eh, ketikan saya lho ini


die with style
1 December 2009, 09:34
Filed under: sosial

berita tadi malam (30 november 2009) tentang dua orang yang mati karena diduga bunuh diri di dua mall di jakarta, baru saya ketahui pagi tadi pagi. bunuh diri, dan mall. berhubungankah keduanya? bunuh diri (sementara ini kita asumsikan saja keduanya memang mati bunuh diri) yang konon penyebab terbesarnya adalah depresi, dan mall sebagai lambang budaya hidup hedonistik dan budaya konsumerisme yang dianut mayoritas rakyat negeri ini sekarang. depresi dan konsumerisme, berhubungankah keduanya? entahlah, yang jelas keduanya bunuh diri di mall. dan di waktu pengunjung sedang ramai.

bunuh diri=jalan keluar?
bunuh diri, hal yang semakin sering kita dengar akhir akhir ini. dengan berbagai alasan mulai dari ingin mendapatkan tiket cepat masuk surga (setidaknya menurut keyakinan mereka) dengan meledakkan diri, sampai karena depresi. menurut pendapat saya, dari sisi manapun bunuh diri, apalagi dengan meledakkan diri atau lompat dari lantai sekian di mall, itu sama sekali tidak ada pembenarannya.

pertama, bukankah hidup kita ini tujuannya adalah membawa kebaikan kepada sesama. membawa kebaikan bagi sesama berarti juga bermanfaat bagi lingkungan dan pergaulan, berarti juga tidak menyusahkan orang lain. nah, kalau anda meledakkan diri di suatu tempat ramai dengan tujuan pribadi agar cepat masuk surga dan tujuan umumnya menegakkan agama (agama apa pula yang mengajarkan pembunuhan?). berarti anda juga membunuh orang orang lain yang belum tentu sedang ingin cepat masuk surga. orang yang masih ingin hidup karena masih punya tanggung jawab kepada diri sendiri, keluarga, dan tuhan. lalu anda juga menyusahkan pemakai jalan yang akhirnya kena macet karena kelakuan anda, anda juga menyusahkan segenap aparat yang bertugas membereskan hasil perbuatan anda, entah itu polisi yang mengatur ketertiban di sekitar lokasi, sampai para medis yang sibuk merawat korban korban hasil perbuatan anda. coba hitung, berapa orang yang sudah anda repotkan?.

lalu ada yang bunuh diri di mall. apapun alasannya, bunuh diri di mall apalagi pada waktu mall ramai oleh pengunjung, berarti menyusahkan orang banyak. sudahlah anda merusak properti milik orang lain (memecahkan kaca, mengotori lantai mall dengan cipratan darah dan anggota tubuh anda, sampai menurunkan omzet penjualan orang yang kebetulan apes lokasi jualannya anda gunakan sebagai lokasi mendarat), anda juga membuat kekacauan sehingga mengganggu pengunjung mall yang lain yang mungkin saja sedang membutuhkan sesuatu yang penting di mall itu.

jadi kalau anda pernah punya pikiran untuk bunuh diri, setidaknya pikirkanlah cara untuk mati dengan tidak menyusahkan orang lain. siapkan dulu lokasi penguburan atau kremasi anda, bayar dulu biaya biaya yang dibutuhkan untuk prosesi pemakaman anda, lalu pilih lokasi mati yang jauh dari masyarakat sehingga tidak membuat kekacauan suasana. jangan sampai perbuatan anda yang terakhir kali ini akan menyusahkan orang lain sehingga anda akan dikenang sebagai orang yang menyusahkan.

kedua, dari sudut pandang yang agak lebih religius. untuk anda yang pro-creationist, badan ini adalah titipan tuhan yang harus kita jaga dengan baik. jangan sampai menyakiti diri sendiri, apalagi bunuh diri. karena tubuh dan nyawa kita ini adalah milik tuhan, dan tuhan lah yang menyatukan keduanya, maka hanya tuhan lah yang punya hak prerogatif untuk memisahkan keduanya. kita tidak punya hak sama sekali untuk memisahkan keduanya, maka kita tidak perlu menerjang hak prerogatif tuhan untuk memisahkan nyawa dengan tubuh kita sebelum waktu yang ditetapkan tuhan.

sedangkan untuk anda yang pro-evolutionist, tubuh kita manusia ini sudah melalui jutaan tahapan evolusi, tentu saja sampai saat ini kita berada di titik evolusi tertinggi. tahukah anda bagaimana proses evousi bekerja? evolusi bekerja dengan menyesuaikan bentuk tubuh, fungsi tubuh, dan perilaku kita untuk senantiasa bertahan hidup di lingkungan yang selalu berubah. nah, bentuk tubuh dan perilaku kita berbeda dengan leluhur kita jutaan tahun yang lalu karena tubuh kita telah mengembangkan mekanisme yang lebih mutakhir untuk mempertahankan diri daripada leluhur kita itu. nah, dengan bunuh diri, yang berarti titik tertinggi menyakiti diri sendiri, bukankah itu berarti kita melangkah mundur dari proses evolusi kita? betapa bodohnya manusia yang melangkah mundur dari proses evolusi. sudah seharusnya masuk nominasi darwin award.

jadi, apabila anda sampai terlintas keinginan untuk bunuh diri, berkontemplasi lah sekali lagi, seberani apakah anda untuk melanggar hak tuhan, dan sebodoh apakah anda sehingga anda mau melangkah mundur dalam proses evolusi.

-stay true-



bum, main bolanya batal
29 July 2009, 19:43
Filed under: sosial

ledakan bom kembali terjadi di jakarta. di dua hotel megah (dan mahal) yang melambangkan keberhasilan kapitalis amerika mengeruk keuntungan di indonesia. dan salah satunya sudah pernah kena bom juga tahun 2003 lalu, tahun 2009 ini kena lagi.

saya tergelitik ketika statement statement dari berbagai pejabat mulai muncul, ada tuduhan bahwa ini kejadian berhubungan dengan pilpres lah, diotaki nurdin m top lah. saya yang biasanya tidak begitu tertarik dengan conspiracy theory jadi tertarik juga. noordin m top (yang oleh bayan semun van madioen disebut nurdin ngentup), apakah sebegitu licinnya sehingga intel intel BIN-BAIS tidak sanggup menangkapnya? ketika sempat muncul statement dari kepolisian bahwa pelaku bom bunuh diri adalah orang yang masih muda, bahwa noordin top ini sudah mulai merekrut anggota anggota muda dalam jaringannya yang makin berkembang. jadi kepikiran, masak iya to, orang malaysia, lebih paham akan situasi geopolitik dan demografis indonesia daripada agen agen intelijen kita sehingga mereka mampu melebarkan jaringan disini, tanpa gangguan berarti dari pihak keamanan.

kalau benar jaringan nurdin top ini mampu melebarkan jaringan di indonesia dengan merekrut pemuda pemuda naif berani mati, agak masuk akal juga sih, mengingat dengan keadaan krisis di berbagai bidang seperti ini akan memicu tumbuh suburnya orang orang yang berani mati karena tidak berani meneruskan hidup. keberanian (mungkin lebih jauh, keinginan) mati yang sangat kuat dalam diri, plus iming iming imbalan masuk surga, they won’t think twice if somebody ask them to blow themself in the middle of “infidels”

kemudian, eh, muncul statement yang mengatasnamakan Al Qaeda Indonesia dan menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom, bisa dilihat disini  http://mediaislam-bushro.blogspot.com/). sekali lagi masih belum masuk diakal saya. tokoh nurdin top ini sebenarnya eksis atau tidak sih? kalau eksis kenapa tidak sejak pertama kali teror bom terjadi di indonesia dia trus ditangkap? ataukah sebenarnya tokoh ini fiktif, dan belum saatnya “tertangkap” seperti beberapa waktu lalu tokoh dr.azhari diceritakan mati setelah tembak menembak dengan polisi di malang. dan tokoh nurdin top ini belum akan di”mati”kan karena masih ada gunanya lagi di masa datang?

lagipula statement yang dikeluarkan blog itu tadi, aneh juga, salah satu point alasan meledakkan ritz carlton adalah untuk mencegah kedatangan MU yang para pemainnya disebut “salibis” dan kafir. kalau untuk mencegah kedatangan MU di indonesia mereka harus mengebom hotel, kenapa MU yang akhirnya berangkat ke malaysia, malaysianya tidak diapa apain?

terlepas dari itu semua, saya turut berduka cita sedalam dalamnya kepada segenap korban bom, baik yang meninggal maupun luka luka.



Bagaikan kepompong dalam tempurung
17 March 2009, 10:48
Filed under: 1, sosial | Tags: , , ,

Baru baru ini, setelah diceritain orang terdekat saya apa yang dibicarakan di perjalanan pulang kerja bersama teman temannya, saya mbandingkan dengan apa yang saya alami sendiri, eh kok ternyata tidak begitu berbeda ya…

Ada saja orang yang mengomentari kegemaran kami sekeluarga menonton siaran tv luar negri (ini ada sebabnya, dan sebabnya puanjang kalo ditulis, intinya sih, kebanyakan acara tivi indonesia itu ndak mutu, menurut saya), atau mengkritisi saya karena ngefans sama hal hal yang kurang ‘suci’ menurut mereka, (ya seperti darwin, wallace, marx, israel military, itu itu lah) atau karena statement saya di beberapa forum menunjukkan bahwa saya tidak sepaham dengan mainstream.

Nah ini yang paling lucu dan yang paling mutakhir, seperti biasa ketika orang terdekat saya dalam perjalanan bersama teman temannya, akan ada obrolan tentang berbagai macam hal, dari sekedar komentar sengak terhadap omongan penyiar radio, atau masalah di kantor, atau sampai list titipan doa buat dititipin ke salah satu teman yang mau ibadah haji. Ketika itu orang terdekat saya ini menceritakan kegemarannya menonton serial “house M.D” (silahkan cari sendiri informasi tentang ini, intinya tentang pekerjaan seorang dokter sarkastik yang atheis, his delicious and dim-witted sarcasm are funny though :D) atau serial “CSI”(tentang pekerjaan tim forensik kepolisian, yang kadang kadang “graphic” juga tayangannya untuk ukuran pemirsa indonesia yang santun dan lebih suka nonton sinetron). Dan secara tak terduga (sebenarnya terduga juga sih) ada yang berkomentar “kamu kok suka nonton dokter atheis gitu sih? Gak islami sekali” “kamu kok suka nonton yang berdarah darah gitu sih? Itu kan gak mendidik”.

Lalu mulailah ada ceramah keagamaan tentang pentingnya menghindari tayangan yang berbahaya terhadap kestabilan iman, menghindari hal hal yang berpotensi menipiskan iman, dan lain sebagainya yang sering saya dengar di khotbah jumat di gedung tempat saya bekerja yang khotibnya selalu militan itu…

Orang terdekat saya ini, yang tampaknya juga bersikap sama dengan saya, menghindari konfrontasi, hanya diam dan mengiyakan semua ceramah itu sampai akhirnya ketika salah seorang penceramah berkata “mendingan nonton sinetron cinta fitri” dan realize bahwa salah satu penceramah tadi sangat fasih ketika bercerita tentang kawin cerainya penyanyi ndangdut negri kita, menandakan bahwa beliau adalah pengamat infotainment yang istiqamah. Maka meledaklah tawanya, entah dalam hati entah meledak secara literal. Yang jelas ketika kejadian ini diceritakan pada saya, saya terpingkal pingkal juga.

Apalah artinya iman yang tebal, tapi tanpa pernah diuji? Itu saja yang jadi pikiran saya. Kalau logika saya, punya pisau yang terus menerus diasah, tapi buat ngiris bawang saja belum pernah. Kenapa gak dianggap bahwa nonton serial yang gak islami, atau nonton berita dari channel yang pernah disebut agen yahudi (di negeri ini, apa sih yang tidak disebut agen yahudi? Jalan jalan di kebun raya bogor terus kecipratan tai burung saja bisa disimpulkan bahwa burung itu agen yahudi kok), itu sebagai sarana berpikir dialektik untuk mempertebal iman kita? Apakah mempertebal iman jalannya hanya dari khotbah pemuka agama?

Sepertinya karena bangsa kita ini jarang ada yang mau berpikir dialektik, yatu tesis, antitesis, lalu sintesis. Kebanyakan saudara kita sebangsa ini hanya berhenti pada tahap tesis, lalu mempercayai dengan sepenuh hati bahwa tesis itu benar pokoke pejah gesang nderek niku tanpa pernah mau menantang tesis itu dengan antitesis antitesis yang ada untuk kemudian melahirkan sintesis yang lebih solid lagi…itulah sebabnya masih ada saja yang menganggap nonton sinetron dan infotainment itu lebih mendidik dan menghibur daripada nonton serial tentang kedokteran. Have a nice day, good people.



bukan jalan embahmu
13 February 2009, 08:11
Filed under: Tak Berkategori, sosial | Tags: , , , ,

Kira kira 3 hari yang lalu, saat sore sore saya melintasi jalan raya bogor untuk njemput istri, seperti biasa pula saya nyetirnya alon alon asal slamet, ning agak lebih lenggat lenggut soalnya di seat co pilot itu bertengger manis anak saya yang masih belum jangkep 3 tahun. Mosok bawa anak kecil mau nyetir biyayakan…(nyetir diatas 60km/jam tidak di jalan tol itu considered as biyayakan you know?). eh, tiba tiba, dumadakan tanpa larapan di depan saya ada angkot 08 warna ijo bluwek dari arah sebaliknya ngebut kearah saya, yes, angkot ini entah maksudnya nyalip entah apa tapi mengambil jalur saya yang waktu itu sedang berjalan di lajur kanan karena habis menyalip kendaraan lain. Saya ya kaget terus ngedim dan nglakson puanjang, ning masih sempat dengerin anak saya ngomong “kok di tin tin telus sih papa?”…cless…hilang sudah emosi saya yang tadi hampiiir saja naik. Angkot itu apa ya ndak mikir keselamatan diri sendiri dan orang lain to? Kok biyayakan begitu….

Keesokan harinya, dalam perjalanan naik angkot 32 menuju terminal cibinong, saya 2 kali menemukan kecelakaan lalu lintas. Yang pertama ada 1 motor (yang kelihatan saya) babras semua tapi sudah dipinggirkan, lalu di dekatnya ada seseorang yang ngglethak dikerubungi warga, detailnya saya gak begitu jelas, wong saya ada di angkot yang sedang jalan. Yang kedua, di dekat pertigaan cikaret-jl.raya bogor, ada motor babras juga di pinggir jalan, di deketnya ada grobak tukang sampah mungkin, di deketnya lagi kelihatan bapak tua yang punya grobak nglesot di trotoar sambil dikipasi dan dikasih minum air putih oleh warga sekitar, mungkin itu bapak bapak lagi nyetir grobak disrempet atau ditabrak motor.

Besoknya lagi, ndak sampai kecelakaan sih, tapi anyel melihat kemacetan panjang di depan komplek bojong depok baru 2, Cuma gara gara paling depan ada angkot yang masih ngasih kembalian ke penumpangnya. Ealah, wong ngasih kembalian saja lho, kok ya ndadak berhenti di tengah jalan, minggir sedikit apa tidak bisa to?

Eh, lha tadi pagi pas mbaca milis klub biker alumni stm telpun malang, ada cerita dari seorang sodara saya, bahwa kemarin ada anak muda boncengan ngebut di jalan juanda depok trus jatuh, dua duanya semaput berdarah darah, si boncenger bebentuk mbak mbak semok (orang kenthir, lihat kecelakaan kok yang diingat semoknya) sampek jari kakinya hilang dua…

Saya jadi kepikiran…kok para pemakai jalan di indonesia ini belum kapok kapok to, apa masih kurang kecelakaan demi kecelakaan kita lihat dan dengar. Mbok ya kalo nyetir/naik motor itu dengan menghormati pemakai jalan lain. Wong Rambu rambu itu dipasang ya bukan buat hiasan. Perkara kita sudah jalan ati ati tapi masih ditangkep sama oknuum pulisi “pecinta kedamaian”, ya itu anggeplah apes karena kurang sedekah.

Wahai bro&sis biker biker sekalian, wahai bapak bapak pengemudi angkot, dan wahai para pengguna jalan se indonesia…jalanan itu bukan jalannya mbahmu, itu jalan milik bersama, wong sama sama mbayar pajek. Biarpun sampeyan anak pejabat, atau pejabat sendiri, tapi sampeyan itu juga manusia. Kalo make jalan dengan biyayakan, cepat atau lambat sampeyan akan ketemu sama konsekuensinya, yaitu kecelakaan. Iya nek Cuma kendaraan saja yang rusak, nek mati gimana? Mongko, padahal, mati itu ndak pilih pilih lho, mau pejabat, mau caleg serius, mau caleg ndompleng nama orangtua, mau aktivis partai gede, mau penggembira partai gurem, mau rakyat kecil, semua ndak bisa menolak kedatangan bathara yamadipati, malaikat izrail, atau grimm reaper…jadi, yang ati ati ya, di jalan…



setelah prapatan prancis, lalu pasar gede londo
20 January 2009, 10:42
Filed under: sosial | Tags: , , , ,

kini di madiun sudah berdiri hypermart, setelah sebelumnya carfur sudah berdiri duluan. memang benar, dengan adanya mall mall, pusat pusat perbelanjaan, madiun akan tampak megah, banyak bangunan bangunan modern mentereng. lalu dilengkapi oleh warga masyarakat yang berduyun duyun berbelanja menghabiskan uang mereka di pusat pusat perbelanjaan itu.

megah? mungkin iya. terlihat seperti kota besar? jelas. perekonomian daerah meningkat? saya ragu…

di satu sisi, warga madiun dan sekitarnya, yang sudah sejak lahir ceprot sampai kewut disitu, tentu akan senang dengan pembangunan mal mal ini, madiun jadi mentereng, kaya kota kota besar lain, banyak gedung gedung bagus, banyak mall untuk belanja, gak harus jauh jauh ke solo atau surabaya hanya untuk “going north going south passing stores washing eyes/ngalor ngidul mlaku mlaku ngumbah moto”. dan tentu saja dengan dibukanya mal mal dan hipermarket baru ini akan menyerap tenaga kerja dari sekitar, belum lagi sektor infirmal yang ikut tumbuh misalnya kos kosan buat pekerjanya, warung warung sekitar mall, dan parkir liar.

di sisi lain, “egoisme nostalgia” dari perantau perantau asal madiun dan sekitarnya yang tersebar di seluruh penjuru dunia mengatakan bahwa dengan dibangunnya mal mal dan hipermarket di madiun ini akan merusak kenangan indah dan nostalgia tentang kota tempatnya lahir dan tumbuh. madiun akan tampak tidak ada bedanya dengan kota kota besar tempat mereka merantau, jadi kesan “pulang kampung” nya akan hilang.

saya sendiri, sebagai perantau asal magetan yang dekat dengan madiun, mulai miris. kemegahan? kemegahan apanya? kemegahan yang ditunjukkan dengan budaya konsumtif yang melonjak karena fasilitas buang duitnya di madiun lengkap? gengsi naik dengan belanja di tempat tempat megah? kemegahan yang diindikasikan dengan jumlah mall dan parameter konsumtif lain bagi saya hanyalah kemegahan semu. kalau yang dimaksud dengan perputaran uang yang besar di madiun, temtu saja yang duitnya muter banyak ya duitnya para pemodal besar misalnya pemilik karfur atau hipermart itu tadi.

sekarang pertanyaan saya adalah? apakah magetan juga akan begitu? buat sampeyan yang merasa orang magetan? apa pengen juga magetan jadi “megah” kaya kota kota besar lain? isinya karfur, hipermart, kfc, mcd, 21, starbuk, delele…saya sendiri tidak pengen…

===quoting pak indradepe88 dari milis madiun club===

Plaza = piazza = platz = square = alun-alun …..

Saya yakin banyak pejabat di Madiun (dan Indonesia) suka berjalan2 ke
Italia atau minimal Eropa … dan mereka pasti tahu apa itu plaza.

Apakah Madiun Plaza atau Plaza Madiun akan menggantikan alun-laun
Madiun? Dan apakah Kerfur (prapatan) akan menggantikan proliman Madiun
yang legendaris? Apakah hipermart (pasar bueesaaar sekaleeee) akan
menggantiakn peran Pasar Gede?

Apakah “kemajuan Madiun” akan diukur dengan seberapa mirip dengan
Jakarta atau Surabaya? Apakah Madiun beberapa tahun mendatang akan
kita hancurkan menjadi Jakarta tanpa Batavia? Apakah tidak ada
alternatif “kemajuan kota” tanpa bicara “konsumersisme?”.

Apakah memang “kaya” itu harus nampak “megah” dan tidak bersahabat?

BTW, kalau pak Walikota sampai baca (tahu) tulisan saya ini jangan
marah ya pak? Ini hanya secuil kecintaan wong Mediun yang jangan
sampai nanti pas pulang …. ternyata gak bisa membedakan apakah ini
sedang di Madiun atau di pojokan Kelapa Gading …

Cheers,
Indra Depe



menolong sesama, merawat alam
4 January 2009, 09:56
Filed under: 1, pulitik, sosial | Tags: , , , ,

angukup kabeh, anyandhak siji (mengangkat/meliputi semua, mencapai yang satu/Tuhan) suatu semboyan yang dijalankan dengan sikap sosial oleh R.M.P sosrokartono (1877-1952). Beliau berpendapat bahwa dharma baktinya kepada tuhan harus diwujudkan dengan menolong sesama. Ini hampir sama dengan ajaran ajaran para guru sufi , bahwa salah satu perwujudan cinta kita kepada Tuhan adalah dengan melayani sesama dan bersikap penuh kasih sayang dalam menjaga dan merawat seluruh alam, karena alam adalah manifestasi keberadaan Tuhan.

Melayani sesama dan merawat alam lingkungan sekitar, bisa dilakukan oleh siapa saja, agama apa saja, keyakinan apa saja, ideologi apa saja, etnis apa saja, jenjang pendidikan apa saja, dan menjabat apa saja. Dengan kata lain, semua orang bisa melakukannya. Semua orang bisa melayani sesama tanpa harus menjadi anggota dewan atau kepala daerah, semua orang bisa berjuang untuk memperbaiki keadaan tanpa harus mengiklankan diri di spanduk spanduk di pinggir jalan. Semua orang bisa memulai dari diri sendiri.

ilmu kanthong bolong
Nulung pepadane, ora nganggo mikir wayah, waduk, kantong. Yen ana isi lumuntur marang sesami (menolong sesama, tanpa memikirkan waktu, perut, dan kantong. kalau ada isi/mampu diberikan untuk sesama).

kalau kita mau mempelajari maksudnya dan mengamalkannya, niscaya kehidupan bermasyarakat kita akan lebih baik.
Jjadi, tanpa kita harus berharap pada orang orang yang mengiklankan diri di pinggir jalan dan di media massa itu, kita pun sebenarnya bisa merubah keadaan menjadi lebih baik. Seperti yang saya tulis tadi, cinta kasih dan empati kepada sesama manusia yang diwujudkan dengan menolong dan melayani sesama, adalah wujud cinta dan pengabdian kita kepada Tuhan. Belum saatnya kita madeg mencalonkan diri jadi anggotan dewan (dewan perwakilan konstituen atau dewan perwakilan pemodal?) atau kepala daerah, kalau kita belum bisa merubah diri sendiri menjadi lebih disiplin dan menghargai alam, belum satnya mengiklankan diri di media massa dan spanduk spanduk kalau kita belum bisa menolong sesama manusia di sekitar kita. Dan yang terpenting, menurut saya, bukan hal yang tepat kalau kita memilih salah satu orang/partai yang mengiklankan diri, lalu menunggu keadaan berubah, tanpa kita sendiri berusaha berubah ke arah yang lebih baik…

jadi, mari kita songsong pemilu/pilkada/pilkades, memilih atau tidak memilih terserah sampeyan, bukan urusan saya,yang terpenting adalah, mari kita berubah dari diri sendiri…

“Sugih tanpo Bondo,
Digdoyo tanpo Aji,
Ngaluruk tanpo Bolo’
Menang tanpo Ngasorake”

(kaya tanpa harta benda, sakti tanpa senjata/ilmu kanuragan, mendatangi tanpa pasukan, menang tanpa mengalahkan)

“Trimah mawi Pasrah,
Suwung pamrih, tebih ajrih,
Langgeng tan ono susah, tan ono bungah,
Anteng manteng, sugeng jeneng”

(menerima dan pasrah, tanpa pamrih, jauh dari rasa takut, tetap stabil tanpa merasakan susah, tanpa merasakan gembira, diam tenang, nama kita akan dihormati)



negeri yang lebih baik
22 December 2008, 08:47
Filed under: 1, pulitik | Tags: , , ,

sabtu lalu, ketika saya dan keluarga beserta teman teman sedang berjalan jalan di kawasan wisata di ancol, saya kembali menyaksikan pemandangan standar khas indonesia. orang mbuang sampah seenak wudelnya sendiri, nyerobot antrian sesukanya, menghentikan kendaraan di bawah rambu rambu S dicoret, merokok kedhal kedhul di tempat yang ada tulisannya dilarang merokok….

kalau kelakuan kita masih seperti ini, bagaimana kita bisa berharap indonesia akan maju? dengan memilih wakil rakyat yang paling bagus? dengan memilih partai yang paling baik? dengan memilih presiden yang paling mantep? saudaraku, itu seperti berburu pterodactyl dengan bersenjata raket nyamuk, hil yang mustahal.

lupakan saja sistem demokrasi wagu seperti ini, mulailah berkarya nyata, mari kita merubah negara dari skala yang paling kecil, diri sendiri, keluarga, lingkungan, niscaya nanti negara juga akan ikut berubah…kita ciptakan generasi baru yang lebih baik.

tanamkan disiplin pada diri anda sendiri; tanamkan budaya membaca biar wawasan kita luas, kurangi nonton tayangan tv indonesia yang tidak mendidik (anda tau lah ini, ndak usah ditulis); taati peraturan lalu lintas (walaupun sudah taat nyatanya saya masih saja bisa diperas sama pulisi, hehe, setidaknya saya tetap berusaha); buang sampah di tempatnya biar lingkungan bersih. mulailah merubah diri sendiri ke arah yang lebih baik, lalu diterapkan ke keluarga kita, lalu pelan pelan melebar ke lingkungan sekitar. biarlah para elit politik bertarung entah rebutan apa, kita rakyat kecil harus berbuat untuk kemaslahatan kita sendiri, kalo bukan kita rakyat kecil yang mikir kebutuhan rakyat kita sendiri, lalu siapa lagi?

dan tidak lupa ada satu hal penting yang harus kita ingat ingat. hindari korupsi. apapun itu, kalau mengambil yang bukan haknya, sedikit atau banyak, tetap tergolong sebagai korupsi. dan kalau terus keluarga kita, anak istri, dikasih makan hasil korupsi, dikasih makan duit panas, tidak heran kalau anak kita nanti mursal, ndhugal, susah diatur, dan menjadi generasi yang amburadul yang tidak bisa diharapkan untuk membawa negeri ini berubah ke arah yang lebih baik.

jadi, saudaraku, mari kita mulai berusaha…



menghormati konsumen
19 December 2008, 10:11
Filed under: 1, pulitik

kemarin pagi, sepulang dari kerja, seperti biasanya saya naik angkot 32 jurusan cibinong-pagelaran, seperti biasa pula saya selalu duduk di depan di samping pak sopir. sampai disini tidak ada yang istimewa, kecuali memang angkotnya yang termasuk lebih bersih kalau dibandingkan dengan angkot angkot 32 yang lain yang tingkat kebersihannya masih standar angkutan umum klas ekonomi di indonesia.

baru setelah 3 menit berjalan, waktu si bapak sopir minta ijin mau menyalakan rokok “maaf ya pak, saya mau ngerokok dulu nggak pa pa?”…baru saya sadar, pak supir yang satu ini beda, tatapannya ramah, nyetirnya ndak biyayakan seperti supir supir angkot yang lebih muda, dan keramahannya terhadap penumpang bisa disejajarkan dengan kualitas keramahan supir taksi burung biru di jakarta…

saya sungguh tidak menyangka, akan dapat pelajaran menarik tentang menghargai konsumen, dari supir angkot yang -maaf lho ini, bukan bermaksud menggebyah uyah generalisasi supir angkot itu galak semua- rata rata acuh tak acuh terhadap kenyamanan dan keselamatan penumpangnya, apalagi ngurusi keramahan.

sementara saya mendapatkan contoh sebaliknya dari bumn bumn yang kita -mau nggak mau- pakai layanannya. lampu pln yang byar pet seenaknya sendiri, bina marga dan dishub yang rajin nyegati mobil angkutan barang tapi jalanan di seluruh indonesia tetap konsisten memelihara bolong bolognya. juga skala besarnya diperlihatkan oleh orang orang “atas” entah itu di eksekutif atau legislatif atau yudikatif, mereka menghianati rakyat yang statusnya sebagai ‘konsumen’ mereka…konsumen yang telah memberikan suaranya untuk milih mereka dan partainya. rakyat dari dulu cuma didekati, disembah sembah, dan dimandikan janji janji surga ketika menjelang coblosan…setelah coblosan, rakyat kembali sengsara…

contoh ter mutakhir diperlihatkan oleh wakil rakyat di dpr ri, yang secara tidak tahu malu sangat malas rapat…rapat rapat paripurna yang mbahas kebijakan yang menyangkut rakyat cuma dihadiri (secara fisik) oleh tidak lebih dari sepersepuluh anggota dewan, tapi anehnya tanda tangan daftar hadir ada separuh dari seluruh anggota dewan. anggota dewan kok nitip absen…kaya mahasiswa saja. walah, sepertinya saya sendiri juga kalo jadi anggota dewan bakalan kayak gini juga…wong kuliah saja sering nitip absen…

sementara rapat yang menyangkut studi banding (bahasa modernnya pelesiran jalan jalan bermewah mewah dibayari duit rakyat), tentang renovasi kantor mereka yang masih mentereng, dan menaikkan anggaran, akan penuh sesak karena seluruh anggota dewan hadir…betapa ndak lucu dan ndak mutu nya guyonan para anggota dewan ini…

demi tuhan saya tidak akan ikut pemilu kalau hanya untuk memilih orang orang macam itu…

——————
nb : kalau anda sekalian sempat berada di cibinong dan harus naik angkot 32, coba cari angkot 32 yang mobilnya panther, nomor polisinya F1972LE, supirnya bapak yang baik hati itu…



pulitik tebar pesona
17 December 2008, 18:33
Filed under: pulitik | Tags: , ,

akhir akhir ini pak presiden beberapa kali mengeluarkan kebijakan yang populis, menggembiraken hati rakyat biarpun sekidit…diantaranya menurunkan harga bbm walaupun cuma sedikit (setelah dinaikkan trus dijamin kenaikannya tidak akan menyengsarakan rakyat…edan), lalu yang terakhir adalah janji menaikkan gaji dan tunjangan pensiun guru, yang diucapkan waktu peringatan hari guru yang lalu itu.

Tentu saja, langkah langkah ini langsung dikomentari oleh banyak pihak, baik negatif maupun positif. Oleh pengamat politik dari yang langganan diwawancarai tv sampai pengamat politik tingkat pos ronda yang kadang kadang ditengah perdebatan seru, bisa saja tiba tiba seseorang njengking karena kartu balak enam nya terbunuh sia sia. Dan diantara komentar komentar itu ada yang menarik, yaitu komentar dari lawan lawan politiknya yang menilai ini adalah politik tebar pesona buat menghadapi daripada coblosan 2009.

Saya pikir, politik tebar pesona ialah salah satu keuntungan dia sebagai capres incumbent. Yang menggelikan, komentar seorang sekjen partai so-called oposisi yang selalu mengkritisi kebijakan pemerintah. Di salah satu wawancaranya di tv, dia bilang ini kampanye terselubung, politik tebar pesona, mencari dukungan guru, dan lain sebagainya. Pak sekjen ini rupanya lupa, waktu partainya dulu menang pemilu dan berhasil mendudukkan tokohnya sebagai presiden negeri ini, pencapaiannya bahkan jauh lebih buruk dari pemerintahan sekarang. Penggusuran dimana mana tanpa solusi bagi pihak tergusur, privatisasi beberapa BUMN besar. Jadi jangankan memikirkan nasib rakyat kecil, guru yang gajinya kecil, nelayan yang tercekik harga solar, atau petani yang kesulitan pupuk, menjaga kedaulatan negara saja tidak becus.

Sebagai rakyat kecil yang terlalu apatis dengan sistem partai, apalagi untuk ikut pemilu, saya sendiri tidak peduli apakah itu adalah politik tebar pesona atau bukan. Apa saja keputusan pemerintah asal menyejahterakan rakyat, mengurangi beban rakyat, maka rakyat pasti berterima kasih…bukankah pemimpin sejati akan bahagia saat rakyatnya sejahtera?



Halo dunia!
17 December 2008, 17:04
Filed under: Tak Berkategori

Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!